Sunday, 11 January 2015

gardening


budidaya tomat

Tomat itu sayuran atau buah sih? Tomat memang buah, namun sering dikelompokkan dalam sayuran. Pengelompokan ini rasanya bukan untuk pertimbangan ilmiah. Hanya kebiasaan masyarakat saja yang mengelompokkan demikian. Kebutuhan tomat tentu cukup tinggi. Bagaimana jika kebutuhan tomat itu bisa dicukupi dari halaman rumah sendiri?
Sebagai tanaman, tomat dapat tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian berkisar 0-1500 m dpl, tergantung pada jenisnya. Tanaman ini akan tumbuh dengan subur pada tanah gembur, banyak humus dengan pH 5,5-7. Dengan sifatnya yang demikian, bisakah tomat ditanam di pot atau polybag? Tomat tentu saja bisa ditanam di pot ataupun polybag, selain pada lahan terbuka, hidroponik dan vertikultur. Menanam tomat di pot atau polybag merupakan solusi bagi anda yang memiliki halaman rumah atau lahan yang terbatas.
Jenis Tanaman Tomat
Jika diperhatikan, tomat yang sering ditemui di berbagai pasar secara umum terdiri dari 4 jenis. Keempat jenis tersebut mempunyai bentuk buah yang berbeda, yaitu pertama, tomat buah atau tomat granola dengan bentuk bulat dibagian pangkal mendatar. Kedua adalah tomat gondol, berbentuk lonjong dan merupakan bahan dasar saus tomat. Ketiga tomat sayur, teskturnya keras dengan rasa sedikit asam. Keempat, tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis asam.
Dengan karakteristik tiap jenis yang berbeda, mana yang akan dipilih untuk ditanam dalam pot atau polybag? Semua jenis tersebut diatas mempunyai cara penanaman yang tidak jauh berbeda.
Cara Menanam Tomat
Terdapat beberapa tahap dlam menanam tomat dalam pot atau polybag. Meski jenis tomat yang ditanam berbeda, namun cara penanamannya secara umum sama.
Penyemaian Bibit Tomat
Sebelum menanam dalam pot, biji tomat disemaikan terlebih dahulu. Media penyemaian merupakan campuran dari tanah subur dan kompos dengan perbandingan 1:1. Tempat penyemaian bisa dibuat dalam bentuk bedengan atau dalam polybag semai.
Untuk bedengan, buata larikan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Tanam biji tomat dengan jarak 3 cm. Tutup dengan tanah kemudian siram dengan air secukupnya.
Untuk polybag semai, isi polybag dengan media semai. Tanam biji tomat dengan cara dibenamkan sedalam 1 cm, kemudian tutup dengan tanah, siram dengan air secukupnya. Setiap satu polybag semai untuk 1 benih.
Setelah benih disemai, siram dengan air, dengan hati-hati jangan sampai merusak permukaan tanah persemaian. Frekuensi penyiraman 2 kali sehari.
Lakukan perawatan dengan membersihkan area persemaian dari gulma. Bibit tomat siap dipindahkan setelah berusia kurang lebih 30 hari atau setelah memiliki daun 5 helai.
Penanaman Bibit Tomat
Sebelum bibit tomat ditanam, siapkan media tanam dalam pot atau polybag. Buat campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Campur merata kemudian isikan ke dalam pot atau polybag.
Terdapat dua cara penanaman. Pertama, dengan pencabutan bibit tomat. Siram persemaian dengan air hingga tanahnya lunak. Cabut bibit dengan hati-hati jangan sampai akar putus atau rusak.
Buat lubang tanam pada pot atau polybag, dengan kedalaman sesuai dengan panjang akar. Tanam bibit tersebut tegak lurus pada lubang tanam tersebut. Atur akar agar tidak terlipat.
Cara kedua adalah dengan memindahkan bibit pada pot atau polybag. Bibit tomat diangkat beserta media disekitarnya. Untuk bibit dari bedengan, cungkil bibit sedalam 10 cm dengan sekop tangan. Angkat dan pindahkan berikut tanahnya pada pot atau polybag. Untuk bibit dari polybag semai, sobek atau tarik plastik polybag kemudian dipindahkan pada pot atau polybag tanam.
Perawatan Tanaman Tomat
Tomat merupakan tanaman yng tidak begitu rumit perawatannya. Yang pertama adalah penyiraman. Lakukan penyiraman 1-2 kali sehari untuk menjaga kelembaban, namun jangan sampai terlalu basah sebab dapat menyebabkan akar membusuk. Kedua adalah pembersihan gulma. Siangi gulma sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Pemupukan dilakukan 1 minggu setelah penanaman. Gunakan pupuk organik. Jika menggunakan kompos, beri 1 genggam kompos. Pemupukan berikutnya cukup 1 bulan sekali.
Pemcegahan hama dapat dilakukan secara manual. Artinya cari hama tersebut kemudian ambil dan buang. Jika ada bagian tanaman yang rusak, segera potong agar tidak menulari bagian tanaman yang lain.
Dengan perawatan yang teratur, tomat akan berbuah setelah kurang lebih 3 bulan. Bagaimana, tertarik menanam tomat dalam pot atau polybag?
https://www.sipendik.com 

Saturday, 10 January 2015


BETERNAK DAN BUDIDAYA HAMSTER CAMPBELL, SYRIA, DAN WINTER WHITE

Kecil, imut dan unik, itulah kata yang mungkin terucap ketika kita melihat hamster mini cambell. Memelihara hamster, ternyata mudah dilakukan dan tidak terlalu makan biaya. Baik untuk dipelihara sebagai hewan kesayangan, maupun dibudidayakan atau diternakkan. Yang kita butuhkan hanya ketelatenan, kebersihan dan pemberian pakan yang teratur. Karena pada dasarnya, hamster adalah hewan pengerat yang mirip dengan binatang memamah-biak, yakni akan mengunyah makanan tiap saat, bahkan di saat sedang tiduran.
Dilihat dari fisik, hamster hampir mirip dengan tikus. Tapi ada yang membedakan dengan jelas yakni ekornya yang pendek hampir tak kelihatan dan kantong makanan yang berada di kedua sisi mulutnya. Kantong ini berfungsi untuk menyimpan makanan yang akan di kunyah sewaktu-waktu. Jadi terkadang, begitu diberi pakan langsung habis. Sebenarnya hamster hanya menyimpan makanan itu di kantong makan mereka.
Tetapi, hamster yang kita bicarakan di sini adalah hamster jenis Campbell. Umumnya, semua hamster itu jinak. Mereka akan menggigit jika dalam keadaan tertentu, misalnya kaget, hamil, mempunyai anak dan masa birahi. Jadi kalau ingin memegang hamster harus hati-hati dan juga pelan-pelan agar mereka tidak kaget. Hamster bisa beranak sebulan sekali dengan 4 sampai 12 anak. Namun karena puting susunya hanya ada 8 buah, maka yang paling sering adalah berjumlah 8 anak.
Setelah anak berusia 10 hingga12 hari, hamster betina sudah siap kawin dan 18 hari kemudian beranak lagi. Untuk makanan, pakan hamster ini terdiri dari bermacam biji-bijian seperti halnya pakan burung kenari. Namun yang paling disukai yakni biji bunga matahari atau kuwaci mentah. Meski begitu, harus diselang-seling pemberian pakannya agar hamster tidak bosan dan tidak kegemukan. Pemberian pakan cukup sehari 2 kali, pagi & sore.
Ketika hamster berumur 1,5 bulan, maka sudah dewasa dan siap untuk kawin. Tapi sebaiknya kita pisahkan sepasang sepasang agar diperoleh anakan yang berkualutas dengan pejantan yang bagus. Kita bisa mengombinasikan warna hamster dengan mengawinkan pejantan & betina dengan warna yang berbeda. Tetapi jika ingin keturunan yang murni, maka dikawinkan pasangan yang satu warna saja.
Untuk harga jual hamster, cukup bervariasi yakni mulai dari Rp.10.000 sampai Rp.25.000 per ekor sesuai usia, warna bulu dan juga kualitasnya. Yang termahal adalah hamster dengan dua warna / lebih, misal hitam putih, coklat putih, abu-abu putih dan lain sebagainya. Namun semua tergantung kesenangan dari pembeli. Warna apapun, jika disukai pembeli, maka harganya bisa jadi mahal.
Bagi yang ingin memelihara untuk hewan kesayangan, bisa membeli 1 sampai 2 pasang saja. Jika ingin dibudidayakan, maka bisa membeli 10 pasang atau lebih. Hasil penjualan anak-anak hamster ini bisa juga sebagai penghasilan tambahan.
PELUANG USAHA TERNAK HAMSTER

Contoh Pelaku usaha ini adalah adi warga Selincah, Jambi. Adi bisa mendapatkan seratus ekor Hamster dari pembudidayaan yang dilakukannya. Tiga jenis Hamster yang dibudidayakan diantaranya jenis campbell, syria, dan winter white. Yang paling digemari dan diminati pecinta Hamster adalah jenis campbell, katanya. Hingga saat ini Adi merasa budidaya Hamster sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Berternak hamster akan lebih baik jika di mulai pada musim dingin atau musim hujan, karena seringkali jika dimulai pada musim panas akan banyak yang mati. Hamster termasuk hewan yang sensitif dengan udara panas

Friday, 9 January 2015


BUDIDAYA BELIMBING WULUH



PEMBIBITAN BELIMBING

1) Persyaratan Benih Belimbing
o    Teknologi produksi bibit unggul belimbing harus selalu menggunakan pohon induk unggul atau pembiakan secara vegetatif (cangkok, okulasi, enten, & susuan). Pembiakan secara generatif dgn biji tidak dianjurkan, karena hampir selalu memberikan keturunan berbeda dgn induknya (segregasi genetis). Oleh karena itu, pembiakan generatif (biji) hanya dimaksudkan utk menghasilkan bibit batang bawah (onderstam) yg kelak digunakan pd perbanyakan vegetatif.
2) Penyiapan Benih
Penyiapan bibit unggul belimbing dilakukan dgn cara pembiakan vegetatif (cangkok, okulasi, susuan & enten). Khusus pd perbanyakan vegetatif dgn cara penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau bibit onderstam yg berasal dari biji-pembiakan generatif. Tata cara penyiapan batang bawah utk penyiapan biji belimbing sebagai berikut:
o    Pilih buah belimbing yg sudah matang dipohon & keadaannya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal.
o    Ambil (keluarkan) biji dari buah dgn cara membelahnya, kemudian tampung dlm suatu wadah.
o    Cuci biji belimbing dgn air bersih hingga bebas dari lendirnya.
o    Keringanginkan biji belimbing ditempat teduh & kering hingga kadar airnya berkisar antara 12–14 %.
o    Simpan biji belimbing dlm suatu wadah tertutup rapat & berwarna, atau langsung disemai di persemaian.
3) Teknik Penyemaian Benih
    Penyiapan lahan persemaian meliputi tahapan sebagai berikut:
o    Tentukan areal utk lahan persemaian di tempat yg strategis & tanahnya subur.
o    Olah tanahnya cukup dlm antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikering-anginkan selama ± 15 hari. 
o    Buat bedgn selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm & panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedgn sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan.
o    Tambahkan pupuk kandang yg matang & halus sebanyak 2 kg/m2 luas bedgn sambil dicampurkan dgn tanah atas secara merata, kemudian rapikan bedgn dgn alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul.
o    Tancapkan tiang-tiang bambu di sisi Timur bedgn setinggi 100-150 cm & di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang dari bilah bambu sambil diikat.
o    Pasang atap persemaian dari dedaunan atau lembar plastik bening yg transparan, sehingga bedengan persemaian lengkap dgn atapnya siap disemai biji belimbing.
Cara menyemai biji belimbing adalah sebagai berikut:
o    Rendam biji belimbing dlm air dingin atau hangat kuku (55-60 derajat C) selama 30 menit atau lebih.
o    Kecambahkan biji belimbing dgn cara disimpan dlm gulungan kain basah di tempat yg lembab selama beberapa waktu.
o    Semai biji belimbing yg tlah berkecambah pd lahan pesemaian. Caranya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal pd jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dgn tanah tipis.
o    Biarkan kecambah tumbuh & berkembang menjadi bibit muda.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
    Pemeliharaan bibit selama di pesemaian dilakukan dgn tahapan sebagai berikut :
1.   Penyiraman (pengairan) secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca.
2.   Pemupukan dgn pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yg dilarutkan dlm air dgn dosis 10 gram/10 liter utk disiramkan pd media pesemaian setiap 3 bulan sekali.
Pengendalian hama atau penyakit dgn cara memotong bagian yg terserang parah, perbaikan drainase tanah & penyemprotan pestisida pd konsentrasi rendah antara 30–50 % dari yg dianjurkan.

PEMINDAHAN BIBIT

Pendederan bibit pd umur 6–8 bulan dari pesemaian ke dlm polibag atau keranjang atau lahan yg tlah diisi media campuran tanah dgn pupuk kandang.

Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
o    Luasan minimum yg diperlukan utk operasional pembibitan adalah 2.000 m 2 , yg dpt menampung bibit sebanyak 5.000-10.000 bibit. Sedangkan lahan utk pohon induk dpt disediakan tersendiri atau ditanam dlm lahan operasional. Syarat utama dlm pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman, sebagai indikator alami ada atau tidaknya sumber air dpt digunakan pohon enau, karena umumnya pohon enau hidup di daerah yg banyak mengandung air. Ciri lain lahan yg mengandung air adalah daerah tersebut berada di suatu lembah bukit atau pegunungan. Lahan utk tanaman belimbing di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl, dgn kedalaman air tanah antara 50–200 cm dibawah pemukaan tanah & memiliki pH 5,5–7,5. Tanah lahannya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi & drainasenya baik, serta waktu penanaman yg paling baik di daerah yg mempunyai iklim antara 7,5 bulan basah & 4,5 bulan kering.
2) Pembukaan Lahan
o    Tentukan areal lahan yg strategis & subur, cara pengolahan lahan (pembajakan/pengarukan & pencangkulan) tanah lahan cukup dlm antara 30–40 cm hingga gembur, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari. Tambahkan pd tanah lahan yg tlah diolah pupuk kandang yg matang & halus sebanyak 2 kg/m 2 kemudian rapikan bedgn sambil icampurkan dgn tanah atas secara merata, & dirapikan dgn alat bantu papan kayu atau bambu atau cangkal & selanjutnya lahan siap ditanami.
3) Pembentukan Bedengan
o    Bedengan dibuat dgn ukuran lebar 100–120 cm, tinggi 30 cm & panjangnya tergantung keadaan lahan. Bedgn sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan. Pasang (tancapkan) tiang-tiang bambu di sisi Timur bedgn setinggi 100–150 cm, & di sisi Barat 75–100 cm, kemudian pasang pula palang-palang sambil diikat. Selanjutnya pasang atap dari dedaunan (jerami) atau plastik bening (transparan) sehingga bedgn siap digunakan.

TEKNIK PENANAMAN
1) Penentuan Pola Tanam
o    Penetuan jarak tanam & pola tanam biasanya relatif tergantung pd luas lahan yg ada. Pd umumnya, bila areal lahan cukup luas maka jarak tanam antar tanaman belimbing dibuat sekitar 6 x 6 meter. Atau dpt pula digunakan dalan jarak tanam 5 x 5 m dgn pola tanam dlm bentuk kultur perkebunan secara permanen & dipelihara intensif.
2) Pembuatan Lubang Tanam
o    Sebelum bibit ditanam, terlebih dulu dibuat lubang tanam. Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Lubang digali sedlm 50 cm, separuh tanah galian bagian atas dipisahkan, lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu. Setlah cukup dianginkan, tanah dibagian atas dicampur dgn pupuk kandang ayam dgn perbandingan 1:1. Selain itu juga diberi pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Kemudian campuran tanah & pupuk itu dimasukkan kembali ke dlm lubang.
3) Cara Penanaman
o    Lubang yg sudah dipersiapkan utk ditanami seperti diatas, setlah diberi pupuk tidak langsung ditanami, tetapi dibiarkan selama 1 minggu setlah itu baru ditanami. Bila yg ditanam bibit okulasi klon B17, maka pd waktu ditanam di lapang harus dikombinasikan/diseling dgn bibit klon B2. Caranya,diantara 8 tanaman B17 ditengah-tengahnya ditanami B2. Kombinasi ini dimaksudkan utk membantu penyerbukan, karena menurut seorang ahli, diduga belimbing klon B17 ini bersifat male sterile, sehingga perlu bantuan serbuk sari klon B2 dlm penyerbukannya.

PANEN BUAH BELIMBING
o    Umur panen (petik) buah belimbing sangat dipengaruhi oleh letak geografi penanaman, yaitu faktor lingkungan & iklim. Di dataran rendah yg tipe iklimnya basah, umur petik buah belimbing sekitar 35–60 hari setlah pembungkusan buah atau 65–90 hari setlah bunga mekar. Ciri buah belimbing yg sudah saatnya dipanen adalah ukurannya besar (maksimal), tlah matang & warna buahnya berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya. Hal ini tergantung dari varietas belimbing.
Cara Panen Belimbing
o    Cara panen buah belimbing dilakukan dgn cara memotong tangkainya. Pemetikan buah berlangsung secara kontinyu dgn memilih buah yg tlah matang. Waktu panen yg paling baik adalah pagi hari, saat buah masih segar & sebelum cuaca terlalu panas (terik). Buah belimbing yg baru dipetik segera dimasukkan (ditampung) dlm suatu wadah secara hati-hati agar tidak memar atau rusak.

PERIODE PANEN

o    Periode panen buah belimbing, umumnya penen perdana pd umur 3-4 tahun setlah tanam. Pembungaan & pembuahan belimbing dpt terus menerus sepanjang tahun, masa panen paling lebat (banyak) biasanya terjadi tiga kali dlm setahun.

PRAKIRAAN PRODUKSI

o    Potensi hasil/produksi buah belimbing varietas unggul yg ditanam di kebun secara permanen & dipelihara intensif dpt mencapai antara 150–300 buah/pohon/tahun. Bila jarak tanam 5 x 5 m dgn populasi per hektar antara 250–400 pohon dgn produktivitas 150–300 buah/pohon & berat per buah rata-rata 160 gram, maka tingkat produksi per hektar mencapai 6–19 ton.

Tahapan penangan pascapanen buah belimbing adalah sebagai berikut:

o    Kumpulkan buah belimbing di suatu tempat atau ruangan yg teduh. Pilih buah bedasarkan tingkat kematangan & ukuran yg seragam. Pisahkan (buang) buah yg rusak, cacat atau diserang hama & penyakit. Bersihkan buah dari kotoran yg mungkin menempel dgn alat bantu kuat lembut (halus). Simpan buah belimbing dlm wadah & ruangan (tempat) yg dingin utk persediaan keluarga, atau simpan kotak karton berisi buah belimbing di ruangan pendingin bersuhu antara 5-20 derajat C. Bungkus tiap buah atau beberapa buah dgn plastik regang atau kertas tissue atau polysterene net. Masukkan buah belimbing ke dlm wadah (kontainer) berupa kotak karton yg bagian dasar & dindingnya dialasi (dilapisi) busa. Tiap kotak karton berisi maksimal 3 lapis buah belimbing dgn posisi buah bagian pangkalnya berada di bawah. Buah belimbing yg sudah dikemas siap diangkut ke tempat penjualan/penampungan. Buah belimbing dikemas dgn peti kayu/bahan lain yg sesuai dgn berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yg bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. 

Thursday, 8 January 2015

BUDIDAYA BUAH MARKISA



Buah Markisa tentunya sudah tidak asing lagi buat penggemar tanaman dan buah, bahkan oleh-oleh sirup markisa sudah menjadi trademark daerah tertentu seperti di daerah Makassar Sulawesi Selatan.  Markisa ini aslinya bukan tanaman yang tumbuh alami diIndonesia tetapi berasal dari Amerika tropis.  Tanaman Markisa ini merupakan tanaman merambat yang harus diberi lanjaran dan habitat aslinya di daerah pegunungan berhawa sejuk, namun bisa juga ditanam di dataran rendah dan bisa berbuah juga. 

Markisa yang kita kenal ada 2 yaitu markisa buah kecil (Passiflora foetida) yang hidup liar dan markisa buah yang besar yang banyak budidaya oleh masyarakat.

Di Indonesia setidaknya ada 4 jenis Markisa yang banyak dibudidayakan masyarakat yaitu:
1.   Markisa Ungu (Passiflora edulis var. edulis)
2.   Markisa Konyal (Passiflora lingularis)
3.   Markisa Kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa).
4.   Markisa Erbis ( Passiflora quadrangularis).

Markisa ungu banyak ditanam di dataran tinggi di Provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.  Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 800 – 1.500 m diatas permukaan laut. Tanaman markisa diperbanyak dengan stek batang.
Dari sisi manfaat salah satunya adalah ekstrak buah markisa kuning mengandung zat fitokimia yang mampu membunuh sel kanker berdasarkan sebuah penelitian.  Manfaat lain dari buah markisa bisa  untuk menyembuhkan badan lemah setelah sakit, kehilangan napsu makan, anemia disertai bibir pucat, terasa dingin pada anggota badan dan pusing, kurang susu setelah melahirkan, serta memulihkan kondisi tubuh setelah pengobatan khususnya yang disebabkan oleh parasit pada anak.

CARA BUDIDAYA:

Perbanyakan tanaman Markisa umunnya dilakukan dengan biji dan setek cabang.

Bibit dapat ditanam di kebun setelah punya tinggi lebih dari 50 cm (berdaun 3-4 helai).

Tanah dicangkul dengan baik agar gulma dan alang-alang yang tumbuh hilang hingga ke akar-akarnya. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman 30-40 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10 kg. Bibit yang telah cukup umur ditanam dalam lubang. Jarak antar lubang tanam 2 m x 5 m. Bibit dalam polibag sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan (menjelang musim kemarau). Penanaman markisa pada akhir musim kemarau (menjelang musim hujan) akan memperlambat umur berbunga, yakni setelah 10-12 bulan. Penanaman pada akhir musim hujan menyebabkan tanaman akan berbunga pada umur sekitar enam bulan. Tanaman markisa dapat dirambatkan pada pohon hidup atau kayu Gliricidia. Markisa yang dirambatkan dengan sistem pagar produksinya lebih tinggi.

Pemeliharaan

Pemupukan dengan NPK (15:15:15) sebanyak 25-100 g per tanaman, tergantung umurnya. Dianjurkan perambatan dengan sistem pagar. Jaraknya 3 m agar pengaturan cabang lebih mudah dan dapat dikombinasi dengan tanaman lain (misalnya kopi). Sebagai tiang pagar dapat digunakan tanaman hidup (Gliricidia, kayu jaran Lannea grandis). Untuk menjalarkan batang markisa digunakan kawat yang dibentangkan mendatar seperti pada perambatan tanaman anggur. Setelah bibit yang ditanam di sepanjang pagar (jarak 2-3 m) mencapai bentangan kawat terbawah, ujung bibit segera dipotong. Dari tunas yang tumbuh, dipilih tiga tunas yang kekar. Dua tunas dijalarkan pada bentangan kawat terbawah dan satu lagi dibiarkan tumbuh mencapai bentangan kawat di atasnya. Pekerjaan seperti ini diulangi hingga semua kawat bentang dijalari oleh 1-2 tunas yang merupakan cabang buah. Bunga muncul pada ketiak daun, biasanya berdaun tunggal. Bila cabang-cabang buah belum berbunga maka ujung cabang perlu dipotong (dipotes). Buah akan bergantung pada kawat tersebut. Namun, petani di Indonesia tidak pernah melakukan pemangkasan seperti ini sehingga produksinya rendah.

Hama dan Penyakit

Hama yang biasa menyerang tanaman markisa adalah lalat buah Dacus dorsalis dan nematoda bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne incognita. Kutu daun kuning Myzus persicae dan kutu putih Aphis gossypii sering terdapat pada daun. Hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida Tamaron 0,2%. Penyakit yang biasa mengancam tanaman markisa adalah mati pucuk Phytophthora parasitica, penyakit layu Fusarium passiflorae, dan penyakit busuk leher akar (damping-offi pada bibit di persemaian yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Kondisi lahan yang basah merangsang tumbuhnya penyakit-penyakit tersebut. Bila belum terlambat, penyakit ini dapat diatasi dengan Benlate 0,2% atau lisol 10-50%.

Panen dan Pasca Panen


Buah markisa harus dipanen setelah matang pohon, yakni setelah berwarna kuning dan timbul aroma harum. Buah yang masih muda (warnanya hijau) sebaiknya tidak dipanen karena mutunya rendah. 

sumber:
infotanam.blogspot.com


RESEP CEKEREMES


Resep Kue Kremes
350 gram ubi jalar, kupas dan bersihkan
100 gram gula merah, disisir
Garam Secukupnya

Cara membuat
1. Ubi yang telah dikupas dan dibersihkan kemudian diiris tipis dan halus
2. Jika sudah rendamlah irisan ubi tersebut pada larutan air garam. Jika sudah kemudian tiriskan
3. Siapkan wajan cekung anti lengket dan panaskan minyak, jika sudah gorenglah ubi hingga setengah matang
4. Masukan gula merah sisir secukupnya, kemudian aduk hingga gula mencair dan tercampur rata dengan ubi
5. Jika sudah ambil adonan secukupnya, kemudian masukan kedalam mangkok dan bentuk bulat-bulat, kemudian dinginkan hingga mengeras. Lakukan hingga semua adonan habis


sumber:
kiostips.blogspot.com

Monday, 5 January 2015

PERBEDAAN ANTARA KISTA,TUMOR DAN KANKER


Kista
Kista adalah rongga patologis yang biasanya berdinding jaringan ikat dan berisi cairan kental atau semi likuid Kisat dapat berada dalam jaringan lunak ataupun keras seperti tulang. Rongga kista di dalam rongga mulut selalu dibatasi epitel.
Kista ovarium adalah kista yang tumbuh di ovarrium yang terbentuknya bisa karena bermacam sebab. Penyebab inilah nantinya yang akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa kista ovarium ,tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. Pada beberapa kasus, kista dapat pula diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti rambut dan gigi.
MIOM
Bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah sederhananya, daging-tumbuh di rahim.Bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah sederhananya, daging-tumbuh di rahim.
Sebagian besar miom tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Gejala yang ditimbulkan biasanya tidak akan terlalu berat dan jarang mengganggu kehamilan.
Sebagian kecil lagi tumbuh di leher rahim (miom servik uteri).Bisa menyebabkan infertilitas, karena akan mengganggu masuknya sperma ke rahim.
KANKER
Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
Jadi kanker berarti pertumbuhan abnormal sel-sel yang bersifat ganas, invasif, merusak jaringan sekitar, menyebar dan tumbuh dengan cepat.