Saturday, 3 October 2015

SDM KREATIF


MEMBANGUN PONDASI SDM KREATIF YANG CERDAS DAN BESWASEMBADA MELALUI SEKTOR PANGAN
Oleh: Wahyu Retno Larasati
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik

GAMBARAN UMUM PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN
Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana pada tahun 2012 telah memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 28,6 persen dari tahun 2010 yang sebesar 237,6 juta jiwa. peningkatan jumlah penduduk Indonesia tersebut dibarengi pula dengan meningkatnya penduduk berusia produktif (usia 15 tahun sampai 65 tahun). Menurut Armida, Indonesia telah memasuki bonus demografi. Dengan demikian, penduduk Indonesia berusia produktif lebih banyak daripada penduduk yang tak produktif.
Pada tahun 2010, proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 66,5 persen. Proporsi ini terus meningkat mencapai 68,1 persen pada tahun 2028 sampai tahun 2031. Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif menyebabkan menurunnya angka ketergantungan, yaitu jumlah penduduk usia tidak produktif yang ditanggung oleh 100 orang penduduk usia produktif dari 50,5 persen pada tahun 2010 menjadi 46,9 persen pada periode 2028-2031.
Tentu saja ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun, berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya. Secara awam masalah yang paling dikhawatirkan adalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang mencukupi untuk menampung tenaga kerja di masa mendatang. Sebenarnya, hal ini tidak perlu dipandang sebagai masalah yang berarti. Dengan kondisi perekonomian yang saat ini memasuki jaringan integrasi ASEAN melalui MEA, bukan waktunya lagi untuk berbicara di area lokal, interlokal maupun nasional. Keterbukaan lapangan kerja semakin luas karena sudah mencakup wilayah pasar tenaga kerja internasional. Masalah yang sebenarnya justru terjadi, ketika keberadaan lapangan kerja tidak disambut dengan kualitas penduduk. Akibatnya, sumber daya manusia yang melimpah ini akan terseleksi percuma oleh persaingan di dunia kerja dan pasar internasional.
Bercermin dari fakta yang terjadi, indeks pembangunan manusia atau human development index (HDI) Indonesia masih rendah. Dari 182 negara di dunia, Indonesia berada di urutan 111. Sementara dikawasan ASEAN, HDI Indonesia berada di urutan enam dari 10 negara ASEAN. Posisi ini masih di bawah Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Singapura. Hal ini membuktikan  tidak kompetitifnya tenaga kerja  Indonesia di dunia kerja baik di dalam ataupun luar negeri. Lihat saja bagaimana posisi pekerja Indonesia di luar negeri, sebagian besar hanya menjadi pembantu rumah tangga dengan berbagai kasus diskriminatif dari tuannya, dimana tidak sedikit dari mereka yang disiksa dan direndahkan. Sementara di dalam negeri sekali pun, pekerja indonesia masih kalah dengan pekerja asing. Hal ini ditandai dari banyaknya peluang kerja dan posisi strategis yang malah ditempati tenaga kerja asing. Benar-benar sebuah ironi, bagaikan ayam yang mati di lumbung padi, bukan?

GAGASAN YANG DITAWARKAN
Pada intinya, solusi yang harus dirumuskan adalah berkenaan dengan bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, baik secara intelektual, praktikal dan moral. Solusi yang sering kali ditawarkan adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Tidak sedikit dana yang telah dikucurkan, namun hasilnya lulusan yang diproduksi justru masih kurang berkompeten dan kurang kompetitif saat diluncurkan ke dunia kerja. Meskipun, memang  tidak sedikit tenaga kerja profesional yang diciptakan melalui kontribusi pendidikan. Hal ini mengisyaratkan bahwa sebenarnya pendidikan memang merupakan strategi yang efektif namun tidak efisien. Mengapa tidak efisien? Karena ini sama halnya dengan membangun bangunan baru  diatas bangunan lama yang sudah rapuh. Seharusnya, perkuat dulu pondasinya, maka bangunan yang dibangun diatasnyapun akan kokoh.
Pondasi yang penulis maksud disini adalah sektor dasar yang seringkali dijadikan indikator kelayakan taraf hidup masyarakat yaitu ketahanan pangan. Perhatian harusnya lebih difokuskan pada sektor ini, karena jika sektor pangan masyarakat semakin layak, maka sektor kesehatan dan pendidikanpun akan terangkat secara otomatis. Kesalahan yang belum juga berakhir adalah pangan kita yang masih impor. Beras, daging, susu, sayur-mayur bahkan buah-buahan semua masih kita impor (www.metrotvnews.com: 10 Desember 2014). Padahal semua itu merupakan hal pokok yang harus terpenuhi agar penduduk berada dalam kondisi hidup yang layak

IMPLIKASI SEKTOR PANGAN TERHADAP KEBERHASILAN PENDIDIKAN
Dalam prakteknya, keberhasilan sektor pendidikan tidak hanya ditentukan dengan kerapian rancangan program-program yang direncanakan, ketepatan kurikulum yang disusun serta berbagai tehnologi yang menfasilitasinya. Selain dari itu semua, keberhasilan sektor pendidikan nyatanya juga dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan peserta didik. Selain merupakan faktor bawaan yang seringkali disebut sebagai potensi atau fitrah, kecerdasan manusia juga dipengaruhi oleh konsumsinya. Dari segi inilah sektor pangan berpengaruh terhadap kualitas manusia. Maka untuk meningkatkan kualitasnya, selain kuantitas pangan yang harus terpenuhi bagi seluruh masyarakat, kualitas panganpun harus menjadi prioritas yang perlu diperhatikan. Kualitas pangan yang dimaksud disini, berkenaan dengan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya.
Menteri Kesehatan RI, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menerangkan bahwa gizi merupakan pondasi yang sangat penting dan memiliki peran besar dalam bebagai aspek yang pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pembangunan suatu bangsa, diantaranya: 1) Investasi gizi pada remaja perempuan dapat meningkatkan statusnya kelak saat menjadi ibu dan bermanfaat bagi keluarga kecilnya sebagai cikal bakal pencetakan sumber daya manusia; 2) Perhatian khusus pada gizi berdampak langsung pada keuntungan di bidang pertanian dengan peningkatan produksi untuk penyediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat, dan menjaga keseimbangan lingkungan dengan mempertahankan makan berbasis pangan lokal; 3) Perbaikan gizi merupakan langkah awal dalam pengembangan SDM dan penurunan kemiskinan; 4) Gizi yang cukup dapat memperbaiki kondisi pasca konflik; 5) program perbaikan gizi merupakan sebuah proses partisipasi yang mengedepankan HAM; dan 6) Gizi yang cukup meningkatkan imunitas dan berperan pada pencegahan penyakit tidak menular (PTM).( www.depkes.go.id: 17 April 2015)
Gizi yang baik diperoleh dengan memperbanyak konsumsi daging, susu, telur dan ikan. Daging merupakan pangan yang sangat baik sebagai sumber protein. Secara umum, komposisi protein dalam daging adalah sebesar 19% (16-22%). Mengkonsumsi 100 gram daging dapat memenuhi kebutuhan gizi orang dewasa setiap hari, yaitu sekitar 10% kebutuhan kalori, 50% protein, 35% zat besi (Fe), dan 25-60% vitamin B kompleks. Daging juga merupakan sumber mineral seperti magnesium, copper, cobalt,phosphor, chronium, nikel dan selenium yang sangat bermafaat bagi tubuh.
Adapun susu sangat penting bagi tubuh karena mengandung dua komponen penting di dalamnya yaitu protein dan mineral. Protein dalam susu mengandung 11 asam amino esensial yang sering kali tidak ditemukan dalam makanan asal padi-padian (cereal grains). Mengkonsumsi 1,1 liter susu segar per hari untuk anak-anak sampai umur 6 tahun akan mencukupi seluruh kebutuhan protein dalam sehari. Sedangkan untuk anak umur 6-14 tahun mencukupi sebesar 60%, dan orang dewasa 44%. Susu juga dapat mensuplai sekitar 725 mg kebutuhan kalsium manusia. Susu dan hasil olahannya  merupakan sumber vitamin A, D, E, K, B1, B6, B12, phosphor, dan magnesium. Keistimewaan lainnya adalah lemak susu yang berfungsi sebagai lemak fisiologis dan kandungan laktosa yang dapat digunakan tubuh untuk perkembangan sel otak.
Sama halnya dengan daging dan susu, telur dan ikan juga penting bagi tubuh manusia. Lima manfaat terbaik dari mengkonsumsi telur, yaitu sebagai asupan nutrisi yang penting karena kaya akan vitamin, mencegah penyebaran bakteri E.coli, mencegah kadar kolesterol dalam darah, baik untuk kesehatan mata karena kandungan lutein dan zeaxanthin, serta tentu saja sebagai sumber protein tinggi. Sementara itu dalam ikan banyak tekandung protein dan mineral yang hampur sama dengan kandungan yang ada di dalam daging. Sehingga, saat harga daging melonjak, ikan dapat dijadikan makanan alternatif substitusi daging yang dapat digunakan sebagai sumber protein hewani.
Sayang faktanya, tingkat konsumsi daging, susu, telur dan ikan di Indonesia masih tergolong rendah. Untuk daging saja, Director Equity Research Credit Suisse Ella Nusantoro menuturkan, dalam survei yang dilakukannya terhadap 1.600 orang di Indonesia, konsumsi daging baik sapi, kambing, domba maupun ayam mengalami penurunan dari sebelumnya 6,1% pada 2013, menjadi 5,3% pada 2014. Rendahnya konsumsi daging justru berbanding terbalik dengan konsumsi mie instan di Indonesia. Padahal dengan mengonsumsi mie instan secara kontinyu akan berdampak pada menurunnya kesehatan, namun fakta menunjukkan konsumsinya justru meningkat. Dilihat dari brand Indomie yang masih mendominasi pasar, konsumsinya meningkat dari sebelumnya 38% pada 2013, menjadi 40% pada 2014. Konsumsi mie Indomie ini banyak berasal dari kalangan urban, yang mencapai 42%. Sementara untuk kalangan menengah ke bawah sebesar 36%.
Dalam survei tersebut juga disebutkan bahwa konsumsi daging paling tinggi berasal dari Rusia yang mencapai 20,7% per tahun, Saudi Arabia 17,2% per tahun, Brazil 14,8% per tahun, China 14,7% per tahun, Turki 14,2% per tahun, Meksiko 14% per tahun, Afrika Selatan 13,9% per tahun, India 7,8% per tahun, dan Indonesia 5,3% per tahun. Sementara untuk tingkat konsumsi susu, Indonesia mengkonsumsi 12 liter, sedangkan Malaysia 37 liter dan New Zealand 105 liter. Sementara itu, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pada tahun 2014 konsumsi ikan nasional hanya mencapai 38 kilogram (kg) per kapita per tahun. Sementara itu, Malaysia sudah mencapai 70 kg per kapita per tahun dan Jepang 140 kg per kapita per tahun. Di tahun 2019, pemerintah menargetkan konsumsi ikan nasional per kapita per tahun bisa mencapai 50 kg. (www.jitunews.com:29 April 2014)
Viktor Siagiandalam tulisannya yang berjudul Peningkatan Protein Hewani untuk Ketahanan Pangan, terbitan Balai Penelitian Teknologi Pangan Sumatera Selatan, tahun 2008, memaparkan bahwa rendahnya tingkat konsumsi  susu, daging, dan telur dan ikan di Indonesia sama artinya dengan relatif rendahnya tingkat konsumsi protein hewani, yaitu 4,7 gram/orang/hari, jauh dari target 6 gram/orang/hari. Padahal di Malaysia, Thailand, dan Filipina, rata-rata 10 gram/orang/hari. Di  negara-negara maju seperti Amerika  Serikat, Prancis,  Jepang, Kanada, dan Inggris,tingkat konsumsi protein hewani adalah 50-80 gram/kapita/hari. Di negara-negara berkembang lainnya, seperti, Korea, Brasil, dan Tiongkok 20-40 gram/kapita/hari. Rendahnya tingkat konsumsi masyarakat akan susu, daging, dan telur sebagai sumber protein hewani yang utama, bisa jadi merupakan salah satu penyebab kurang optimalnya performa, kreativitas, kecerdasan, mobilitas, kinerja, dan etos kerja bangsa ini. Karenanya, susu, daging, dan telur harus lebih dikenalkan kepada masyarakat. Sejatinya, sumber pangan hewani sangat berperan dalam menopang kesehatan, kecerdasan, dan pembangunan sumberdaya manusia.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Dari semua paparan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dalam menciptakan pondasi sumber daya manusia yang cerdas dan produktif, penting sekali untuk memprioritaskan ketahanan pangan khususnya pada sektor ketersediaannya dan gizi yang dikandungnya. Kita sebagai sumber daya manusia yang bijak harus dapat memilih dan memilah makanan yang harus dikonsumsi agar bermanfaat baik secara fisik maupun psikologis. Kita harus sedapat mungkin menghindari konsumsi makanan yang bersifat junk food, karena selain berdampak buruk bagi kesehatan secara fisik juga mengurangi tingkat kecerdasan dari segi  psikologis, terutama jika dikonsumsi oleh anak-anak. Kita harus memperbanyak konsumsi protein hewani karena sejatinya, sumber pangan dengan protein hewani sangat berperan dalam menopang kesehatan, kecerdasan, dan pembangunan sumber daya manusia.

Intinya, saat ketersediaan pangan dan kebutuhan gizi terpenuhi, maka untuk mengelolah sumber daya manusia melalui pendidikan, bukan lagi menjadi hal yang sulit. Pendidikanpun akan menjadi upaya yang efektif dan efisien dalam menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, produktif dan berswasembada. Sumber daya manusia seperti inilah yang dibutuhkan dalam dunia kerja, agar dapat bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain. Sehingga dengan bonus demografi yang indonesia miliki di masa mendatang, tidak akan menjadi beban perekonomian melain menjadi agen pembangun perekonomian bangsa, agent of economic development.


REFERENSI:

www.depkes.go.id:17 April 2015 tentang Peran Gizi Dalam Menciptakan SDM Berkualitas
www.infobanknews.com:10 April 2015 tentang Tingkat Konsumsi Daging Di Indonesia
www.jitunews.com: 29 April 2014 tentang Rendahnya Tingkat Konsumsi Daging dan Susu Masyarakat Indonesia.
www.kontan.co.id: 26 Maret 2015 tentang Tingkat Konsumsi Ikan Masyarakat Masih Rendah
www.metrotvnews.com: 10 Desember 2014 tentang Ketahanan Pangan Indonesia Menjelang MEA 2015

Friday, 2 October 2015

ABOUT PARENTING


Jangan Membentak Anak, Karena Milyaran Sel Otak Anak Akan Rusak

“Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”
Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.
Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.
Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.
Teriakan dan Bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.
Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus.
Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak.
Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan.
Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.
Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari ‘mereka’, sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua  bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.
Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.
Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang.

Thursday, 1 October 2015

SERUNYA MANCING


Mancing yang menginspirasi !



Tak sedikit orang yang menganggap jika kegiatan mancing merupakan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Mereka bilang pergi memancing hanya membuang-buang waktu. Waktu hanya terbuang sia-sia saat menunggu ikan datang menyambar umpan yang ditawarkan. Apalagi jika pada akhirnya kita kembali dengan membawa sedikit tangkapan atau bahkan dengan tangan hampa, tentu rasa kecewa tak terelakkan
Meskipun demikian, hal itu tidak berlaku bagi sebagian orang, termasuk saya. Lihat saja sekarang, semakin banyak channel TV yang menayangkan acara mancing.  Mancing ikan merupakan hobi yang menyenangkan. Ada keseruan dan sensasi tersendiri yang akan kita dapatkan. Apalagi saat umpan yang kita tawarkan disambar oleh ikan dan tali senar kita bergoyang. Itu benar-benar asyik.
Bagi saya, memancing bukan hanya kegiatan yang menyenangkan tapi juga menginspirasi. Mancing ikan dapat menjadi obat mujarab untuk menyingkirkan kejenuhan dan kepenatan saya dari tugas-tugas kuliah yang menumpuk, rutinitas pekerjaan yang padat dan masalah-masalah pribadi yang mengganggu pikiran. Dengan pergi mancing, saya dapat membebaskan dan merefresh pikiran saya dari kejenuhan.
Bagi orang yang mempunyai hobi menulis, pergi mancing bisa menjadi kegiatan yang bisa mendatangkan inspirasi. Apalagi jika lokasi mancing dekat dengan aliran air yang gemericik atau lokasinya hening, pasti anda bisa menikmati suara-suara alam dari kicauan burung yang bersahutan dan desiran angin yang berhembus halus. Obyek-obyek seperti itulah yang biasanya saya jadikan sumber inspirasi bagi tulisan-tulisan saya. Jadi, meskipun pulang tanpa membawa hasil tangkapan, setidaknya saya selalu pulang dengan membawa inspirasi. So, bagi anda yang sedang mencari inspirasi, kegiatan mancing ikan ini bisa jadi alternatif lho... eits... tapi ingat ya... mancingnya ikan, bukan mancing masalah lho ya........hehe
Love what you do and do your love..................

gmail: prastikaprabu@gmail.com
fb: prastika prabu sasmitro

Wednesday, 30 September 2015

WHAT HAPPINESS IS IT?



Saya sedang suntuk sore itu dan hampir menghabiskan waktu sore saya hanya berkeliling dijalanan dengan motor.  Ada yang meganggu perasaan saya. What happiness is it? Pertanyaan itu terasa seperti nyamuk betina yang terus berteriak di telinga saya. Pertanyaan yang belum pernah bisa saya jawab selama ini.  Akhirnya saya putuskan untuk mencari tau hal itu dari orang lain. Intinya saya sedang bercermin pada orang lain.
What is your opinion about happy? Apa yang kamu pikirkan tentang bahagia? Pertanyaan itu yang semalam saya tanyakan pada orang – orang di sekitar saya. Saya ingin tau apa yang mereka pikirkan tentang bahagia. Diskusi ringan mengenai pendapat mereka tentang bahagia.
Dan dari beberapa pertanyaan yang saya share melalui pesan pendek saya, beberapa balasan pun masuk memberikan gambaran mengenai makna bahagia oleh mereka. Dari beberapa jawaban itu diantaranya:
Bahagia itu bebas. Bebas berbuat apapun yang kita mau.... tanpa harus peduli dengan pikiran orang lain.
Bahagia itu melakukan kegemaran. Bisa mengaplikasikan hobbi yang kita sukai adalah bahagia
Bahagia itu saat kita tersenyum
Bahagia itu disayangi orang-orang yang kita sayangi
Bahagia itu kehormatan, dipandang dan diperhatikan orang lain
Bahagia itu bisa menjunjung orang-orang disekitar kita
Bahagia itu materi. Punya uang banyak, harta berlimpah dan segalanya mudah.
Bahagia itu simpel, cukup berpikir yang ringan saja dan kamu akan selalu merasa bahagia
Dari kesekian jawaban hanya ada satu yang akhirnya menggerakkan pikiran saya dan membuat saya kembali bergairah. Jawaban tak terduga dari seorang teman yang bahkan tidak pernah terlihat bahagia, tidak pernah tersenyum dan tanpa ekpresi. Dia bilang bahagia itu ada di dalam diri kita. Bahagia itu dalam diri kita... dalam diri kita....
Bahagia itu ada dalam diri kita sendiri. Kita sendiri yang bisa menciptakan bahagia. Kita tidak perlu mencari dari orang lain, kita tidak perlu menemukannya dimanapun. Di benar, bahagia dan tidak bahagia tergantung dalam pikiran dan perasaan kita sendiri. Kita tidak perlu meniru orang lain untuk bahagia dan kita tidak bisa mengukur kebahagiaan kita dengan kebahagiaan orang lain. Kembali lagi ke awal, saat saya bilang saya ingin bercermin pada orang lain, kenyataannya, saya tetap akan melihat diri saya kembali, bukan orang itu.
and the end, you can't find you happiness anywhere because you just need make it from your self

Tuesday, 29 September 2015

INDAHNYA UJUNG SELATAN JAWA TIMUR



Pulau Sempu (Segara Anakan), mungkin belum banyak wisatawan mengetahui mengenai pulau ini, bahkan masih asing di telinga wisatawan sekalian. Namun, bagi wisatawan yang pernah datang ke kota Malang akhir-akhir ini, maka nama tersebut tidak akan asing lagi. Karena, bisa dikatakan bahwa pulau tersebut saat ini merupakan primadona baru tempat wisata di kota Malang. Pulau Sempu bisa dikatakan sebuah laguna yang tersembunyi dibelakan sebuah tebing diseberang pantai Sendag Biru, Malang. Pulau yang sangat eksotik ini, menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona.
Pantai berpasir putih yang indah, air yanga bening berwarna biru yang sangat mempesona, ditambah ribuan ekor ikan kecil-kecil berenang kesana-kemari dan disempuranakan dengan keeksotikan bukit-bukit hijau yang mengelilingi pantai ini seakan-akan mejadikan pantai bak surga dunia. Untuk dapat mencapai lokasi wisata ini, pengunjung harus bersiap-siap menghadapi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Perjalanan di mulai dari pusat kota Malang dengan jarak tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun sewaan. Untuk kendaraan sewaan, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 400.000,- (Pulang-Pergi) dengan kapasitas 7 penumpang + 1 Supir.
Jika pengunjung hanya ingin menikmati keindahan pulau Sempu dalam sehari, maka bersiaplah untuk memulai perjalanan pukul 03.00 atau pukul 04.00 dinihari WIB. perjalanan selama 3 jam tersebut tidak akan pengunjung rasakan, karena selama perjalanan Anda akan menjumpai keindahan kota Malang. Dari mulai pasar tradisional, desa yang masih sangat sepi, pohon-pohon jati yang tumbuh subur di kanan-kiri perjalanan hingga bukit-bukit yang sangat mempesona. Sangat disarankan saat diperjalanan usahakan berhenti untuk sekedar sarapan dan membeli beberapa liter air minum dan makanan, karena di dalam pulau Sempu tidak akan ada penjual makanan dan minuman.
Perjalanan akan berhenti disebuah pantai, yakni pantai Sendang Biru. Retribusi sekali masuk di pantai ini dipatok dengan biaya sebesar Rp 5.000 perorangnya. Di lokasi wisata Pantai Sendang Biru ini Pengunjung akan menyaksikan banyaknya perahu yang tertata rapi di sepanjang bibir pantai maupun yang berada di tengah lautan. Bahkan, pengunjung juga dapat menyaksikan beberapa nelayan sedang memperbaiki atau membuat perahu baru. Perahu-perahu tersebut digunakan oleh para nelayan selain untuk mencari ikan juga digunakan sebagai alat penyeberangan bagi pengunjung yang ingin ke pulau Sempu.
Dari pantai tersebut jika pengunjung ingin menyeberang ke Pulau Sempu (Segara Anakan), maka harus meminta izin terlebih dahulu di Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu, yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat penitipan kendaraan. Biaya untuk pengurusan surat izin ini sebesar Rp 20.000,- untuk satu kali jalan. Bagi pengunjung yang belum pernah sama sekali mengunjunggi pulau ini, sangat disarankan untuk menyewa seorang Guide, yang akan menuntun hingga ke Segara Anakan. Biaya untuk seorang Guide (PP) yakni sebesar Rp 70.000,- hingga Rp 100.000,-.
Sebelum mendapatkan surat izin, maka pengunjung akan sedikit mendapat gambaran mengenai pulau Sempu dan saran dari kepala bagian perizinan. Setelah mendapatkan izin, pengunjung lalu menyewa sebuah perahu dengan biaya pulang pergi sebesar Rp 100.000,-. Perahu ini berkapasitas 10-12 penumpang, jadi kalau ingin lebih hemat bisa mencari penumpang lain yang ingin melakukan penyeberangan juga. Perjalanan antara Pantai Sendang Biru-Pulau Sempu (lokasi penurunan penumpang) menempuh perjalanan selama 15-20 menit perjalanan. Selama perjalanan pengunjung akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan antar keindahan pantai yang sangat bening (ikan dan karang didasarnya dapat dilihat dengan mata) dan tebing atau bukit yang ditumbuhi pepohonan.

 Setibanya di pulau Sempu, nelayan kapal akan sedikit memberitahukan mengenai jam penjemputan yang tidak boleh melebihi pukul 17.00 sore, bukan karena apa-apa namun apabila melebihi jam tersebut maka akan ada tambahan biaya lagi. Sangat disarankan bagi seluruh wisatawan memiliki nomer telepon dari nelayan tersebut. Agar mempermudah untuk komunikasi dengan nelayan saat penjemputan. Dari pulau Sempu inilah perjalanan panjang kedua dimulai. Pengunjung akan menempuh perjalanan sejauh 10-15 km atau dengan kata lain 2-3 jam perjalanan. Perjalanan ini akan lebih lama apabila pengunjung datang disaat musim hujan, karena tanah untuk berpijak akan berubah menjadi lumpur.
Perjalanan menyusuri hutan di pulau Sempu ini sangatlah menantang, terutama bagi para pecinta alam. Meskipun rute perjalanan telah dibuat oleh pengunjung sebelumnya, namun sangat diwajibkan untuk tetap mengikuti arahan dari Guide atau yang telah berpengalaman di pulau tersebut. Sangat diwajibkan pula jangan sampai ada salah satu pengunjung dari rombongan terpisah, karena pulau ini masih sangat alami jadi ditakutkan akan tersesat nantinya.


Seperti sebuah pepatah mengatakan “Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang Ketepian, Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang Kemudian”. Mungkin pepatah inilah yang pantas setelah kita tiba di Segara Anakan. Hanya keindahan dan keeksotikan yang akan pengunjung temui di lokasi wisata ini. Pantai dengan pasir putih bersih, air pantai berwarna biru yang sangat jernih, ombak yang tidaklah besar ditambah dengan banyaknya ikan-ikan kecil yang berlalu-lalang disekitar pantai tersebut. Belum lagi disempurnakan dengan bukit-bukit yang mengelilingi pantai ini menjadikan pantai ini semakin indah dan eksotik.
Ada berbagai macam kegiatan yang dapat pengujung lakukan di lokasi pantai Segara Anakan ini, diantaranya: Berenang, Memancing dan Berkemah.
Struktur pasir pantai yang cukup landai, ombak yang tidak terlalu besar dan keindahan pantainya banyak dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menyegarkan diri sekaligus membersihkan badan dari lumpur. Satu lagi keindahan alam yang dapat pengunjung saksikan di sekitar lokasi ini. apabila pengunjung sedikit naik di atas bukit, maka pengunjung akan mendapati pemandangan laut lepas Samudra Hindia yang sangat menawan dan indah.
Namun, sangatlah wajib bagi para pengujung sekalian untuk tetap menjaga kondisi alam disekitar Konservasi ini. Jangan pernah meninggalkan apapun terutama sampah. Angkutlah kembali sampah buangan pengujung sekalian. Selain itu jangan pernah merusak apapun yang ada di dalam ekosistem alam tersebut, karena sangat disayangkan apabila terjadi pengerusakan.
Dikarenakan perjalanan kembali yang cukup panjang (melalui rute sama saat berangkat) oleh karena itu pengunjung hanya diberikan sedikit waktu saja menikmati keindahan pantai yang eksotik ini. Sekitar 1,5-2 jam saja. Meskipun hanya sebentar saja, akan sangat menyenangkan sekali berada di pantai Segara Anakan tersebut. Sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Perjalanan kembali sama seperti saat perjalanan berangakat yakni sekitar 2,5-3 jam perjalanan hingga sampai ke pulau Sempu dan menyebrang ke pantai Sendang Biru.




Monday, 28 September 2015

INDAHNYA WISATA PANTAI SULAWESI



Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu tempat penyelaman di Indonesia yang indah, Selain Raja Ampat di Papua dan Bunaken di Manado Sulawesi Utara. Keindahan dan kekayaan alam Wakatobi sudah terkenal di dunia setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995. Selain menikmati bawah laut anda juga bisa menikmati pantai yang indah.




Wakatobi merupakan sebuah kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tenggara dengan ibu kota Wangiwangi. Wakatobi sendiri merupakan singkatan dari empat pulau utama yang ada di Kabupaten Wakatobi yaitu Wangiwangi (Wanci), Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Pariwisata bahari merupakan andalan di kabupaten wakatobi.


Transportasi ke Wakatobi


Untuk perjalanan menuju Wakatobi ada beberapa cara, saat ini sudah tersedia penerbangan ke Bandara Matahora di Wangi-Wangi dari Makassar. Ada juga penerbangan dari Kendari ke Wakatobi, anda bisa mencarinya melalui situs booking penerbangan. Cara lain yaitu menggunakan kapal laut dengan rute Kendari - Bau-Bau - Wanci dan Kendari - Wanci.

Pulau Wangi-Wangi atau yang biasa disebut Wanci merupakan pintu gerbang utama untuk memasuki Taman Nasional Wakatobi, dari Wanci atau Wangi-wangi ini kemudian anda bisa menjelajahi pulau-pulau lain di Wakatobi seperti Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko dengan speed boat atau kapal kayu.

Penginapan di Wakatobi


Bagi anda yang ingin menginap di Wakatobi banyak tersedia penginapan hotel dan resort bahkan rumah penduduk yang bisa anda sewa, umumnya wisatawan menginap di pulau Wangi-wangi, meskipun ada juga penginapan lainnya seperti di Kaledupa atau Tomia. Tarifnya berkisar ratusan ribu, jika anda ingin yang mewah bisa memilih resort dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per malam.

Objek Wisata di Wakatobi


Salah satu kegiatan yang wajib anda lakukan di Wakatobi adalah menyelam untuk menikmati keindahan bawah lautnya yang merupakan bagian dari segitiga terumbu karang. Selain itu ada juga pantai yang indah, seperti Pantai Molii Sahatu, Pantai Sousu, Pantai Waha, Pantai Hoga, Pantai Sombano, Pantai Peropa, Pantai Huntete, Pantai Soha, Pantai Onemobaa, Pantai Palahidu, serta masih banyak lagi pantai indah lainnya di Wakatobi.

KEPEMIMPINAN SUBSTITUSI


TEORI PENGGANTI KEPEMIMPINAN

            Kerr dan Jermier (1978) mengembangkan sebuah model untuk mengidentifikasi aspek situasi yang mengurangi pentingnya kepemimpinan oleh para manajer dan para pemimpin formal lainnya. Teori itu membuat sebuah perbedaan antara dua jenis variabel situasional: penganti dan netralisatori. Pengganti membuat perilaku pemimpin menjadi tidak perlu dan berlebihan. Hal ini meliputi suatu karakteristik dari bawahan, tugas atau organisasi yang memastikan bawahan akan jelas memahami peran mereka, mengetahui bagaimana melakukan pekerjaan, amat bermotivasidan puas dengan pekerjaan mereka. Netralisatori adalah suatu karakteristik dari tugas atau organisasi yang mencegah seorang pemimpin untuk bertindak dalam sebuah cara tertentu atau meniadakan pengaruh dari tindkan pemimpin itu.
            Dalam versi awal dari model itu, Kerr dan Jermier (1978) paling memperhatikan pengganti dan netralisator yang mengidentifikasi untuk kepemimpinan suportif dan instrumental. Kepemimpinan suportif adalah serupa dengan pertimbangan, dan kepemimpinan instrumen adalah sama dengan struktur memprakarsai.

v  Karakteristik Bawahan
            Saat bawahan memiliki pengalaman atau pelatihan yang cukup luas sebelumnya, hanya diperlukan sedikit arahan karena mereka telah memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukanya. Contoh dokter medis, pilot penerbangan, akuntan, ahli listrik dan profesional lainnya, tidak membutuhkan banyak pengawasan, dan sering kali tidak menginginkannya.

v  Karakteristik Tugas
            Penggantian lain untuk kepemimpinan instrumental adalah tugas yang sederhana dan berulang. Bawahan dapat belajar keterampilan yang tepat untuk jenis tugas ini secara cepat tanpa pelatihan dan arahan yang luas oleh pemimpin mereka.  Saat tugas itu memberikan umpan balik otomatis mengenai bagaimana baiknya pekerjaan itu dilakukan, pemimpin tidak perlu memberikan banyak umpan balik. Sebagai contohnya sebuah studi menemukan bahwa para pekerja dalam sebuah perusahan yang memiliki jaringan sistim komputer dan pabrikasi yang terintegrasi secara komputerisasi tidak membutuhkan banyak pengawasan karena mereka mampu memperoleh umpan balik atas produktifitas dan kualitas secara langsung dari sistem informasi, dan mereka dapat memperoleh bantuan dalam memecahkan masalah dengan menanyakan orang lain dalam jaringan itu (Lawlwr, 1988).

v  Karakteristik Kelompok dan Organisasi 
            Dalam organisasi yang memiliki peraturan, regulasi dan kebijakan yang tertulis dengan rinci, hanya diperlukan sedikit arahan saat peraturan dan kebijakan telah dipelajari oleh bawahan. Peraturan dan kebijakan dapat berfungsi sebagai netralisator dan juga sebagai pengganti jika mereka begitu tidak fleksibel sehingga mencegah seorang pemimpin membuat perubahan dalam pemberian tugas atau prosedur kerja untuk memudahkan upaya bawahan.
            Pengganti lainnya untuk kepemimpinan suportif adalah kelompok kerja yang amat kohesif dimana bawahan mendapatkan dukungan psikologis satu sama lain saat dibutuhkan. Kohesivitas kelompok dapat menggantikan upaya kepemimpinan untuk memotifasi bawahan jika terdapat tekanan sosial bagi setiap anggota untuk membuat sebuah konstribusi yang penting kepada tugas kelompok. Di sisi lain kohesivitas dapat berfungsi sebagai netralisator jika hubungan dengan manajemen ternyata buruk, dan tekanan sosial digunakan untuk membatasi produksi.

v  Implikasi untuk Meningkatkan Kepemimpinan
            Howell et al. (1990) berpendapat bahwa bebrapa situasi memiliki begitu banyak  netralisator sehingga sulit atau tidak mungkin bagi pemimpin untuk berhasil. Dalam peristiwa ini, perbaikannya adalah tidak menggantikan pemimpin atau memberikan lebih banyak pelatihan, tetapi lebih mudah untuk mengubah situasi.
            Kerr dan jermier (1978) menyatakan kemungkinan yang menarik bahwa pengganti dapat meningkat hingga titik dimana para pemimpin semuanya tidak berguna. Namun model yang mereka rancang hanya untuk menghadapi pengganti perilaku kepemimpinan oleh pemimpin yang formal. Penelitian perilaku awal memperlihatkan bahwa fungsi kepemimpinan dapat dibagi antara para anggota sebuah kelompok, bukannya dilakukan sepenuhnya oleh seorang pemimpin formal tunggal. Saat kelompok yang mengelola sendiri itu berkembang dan para anggotanya mengambil tanggung jawab atas fungsi kepemimpinan, posisi dari manajer yang mengawasi kelompok itu dapat dihilangkan sepenuhnya, atau manajer dapat menjadi seorang yang memiliki sumber daya saja yang membantu kelompok saat dibutuhkan


v  Penelitian mengenai Teori
Meski demikian,usulan pengujian penelitian tentang pengganti dan netralisator khusus masih terbatas (yaitu,Howell & Dorfman,1981,1986;Pitner, 1986;Podsakoff,MacKenzie & Williams,1993). Penelitian empiris telah menemukan dukungan untuk beberapa aspek dari teori tersebut, tetapi aspek lain belum diuji atau didukung. Sebuah tinjauan konprehensif (Podsakoff et,al1995) menemukan sedikit bukti bahwa variabel situasional menengahi hubungan antara perilaku pemimipin dengan motifasi atau kepuasan bawahan. Namun terdapat banyak bukti bahwa variabel situasional secara langsung mempengaruhi kepusaan atau motifasi bawahan.Hasilnya kelihatan mendukung kesimpulan yang diraiholeh McIntosh (1988) bahwa banyak penelitian evaluasi telah menentukan aspek yang salah dari teori tersebut.

v  Kelemahan Konseptual
Teori ini memiliki beberapa kelemahan konseptual. Teori ini tidak memiliki dasar pemikiran yang rinci untuk setiap pengganti dan netralisator dalam hal proses sebab akibat yang melibatkan variabel mengganggu yang jelas.Sebuah gambaran dari proses penjelasan akan membantu membedakan antara pengganti yang  mengurangi pentingnya sebuah variabel yang mengganggu dan pengganti yang melibatkan perilaku kepemimpinan oleh orang selain dari pemimpin formal.Sebagai conto, pentingnya kemampuan bawahan untuk kinerja kelompok dapat dikurangi daengan perbaikan terknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan . Situasi yang cukup berbeda adalah situasi di mana kemampuan tetap penting,tetapi keterampilan tugas yang di butuhkan oleh bawahan di perkuat oleh seseorang di samping pemimpin formal (yaitu rekan kerja,pelatih dari luar).


DAFTAR PUSTAKA

Yukl Gary.2010.Kepemimpinan Dalam Organisasi.Jakarta:Indeks